Sabtu, 31 Maret 2012

Emoo dan Burung Kecil

Wuaaah hujan, bahagianya. Tapi sayang, hujannya cuma bentar. Egois gak kalo gue minta supaya hujan lebih lama? Kayaknya egois, sebab gue tau, banyak orang di luar sana yang pingin hari cerah supaya bisa berpergian :) Ga semua yang kita pingin jadi kenyataan kan? Gue paham kok.

Entri kali ini gue mau bahas tentang apa ya? Wkwk gue juga gak tau mau nulis entri tentang apa, yang gue tau kalo hujan dateng bawaannya pingin nulis sesuatu di blog. Aha! Gue berbagi cerita tentang seekor hewan ternak yang kejebak salju aja ya.Gue denger cerita ini sekitar 3 tahun yang lalu dari salah satu radio yang khusus nyeritain cerita-cerita keren pas teng jam 12 malem.

Cerita itu bermula dari salah satu hewan ternak, sebut saja namanya Emoo. Jadi si Emoo ini kejebak dinginnya salju. Tubuhnya penuh ditutupin salju putih yang suhunya minus derajat celcius. Dia gak bisa gerak sama sekali, ia menggigil kedinginan, rasanya sakit sekali. Yang bisa dilakukannya hanya merintih minta tolong, berharap siapapun dapat menolongnya keluar dari gumpalan salju. Tiba-tiba seekor burung kecil datang menghampiri. Si Emoo tidak peduli dan berpikir hidupnya benar-benar berakhir karna tidak mungkin seekor burung kecil dapat membantunya.

Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, si burung kecil itu mengeluarkan kotorannya tepat diatas gumpalan salju yang menutupi Emoo. Tentunya Emoo kesal bukan main, tapi ia tidak dapat bergerak.
"Hei burung kecil tidak berguna, sungguh tidak sopan sekali mengeluarkan kotoranmu tepat diatas tubuhku! Pergi ! Aku tidak membutuhkanmu !" hardik Emoo.

Burung kecil hanya diam, ia tetap terus mengeluarkan kotorannya. Tak selang beberapa lama, gumpalan salju itu mencair berkat panas dari kotoran si burung kecil. Ternyata, si burung kecil berusaha membantu Emoo keluar dari gumpalan salju.
"Maaf, aku hanya bermaksud membantu. Baiklah, aku akan pergi sekarang," ujar si burung kecil yang kemudian langsung terbang.

Emoo terdiam. Sekarang ia sudah bebas dari dinginnya gumpalan salju. Burung kecil sudah pergi, ia menyesal atas perkataannya, bahkan ia pun belum sempat mengucapkan terima kasih.

Nah, aku langsung ngerti maksud cerita ini. Sering kita menilai seseorang dari penampilannya, dari sesuatu yang terlihat oleh mata. Tapi, jarang orang-orang yang menilai dari hati. Orang yang terlihat keras belum tentu berhati keras, orang yang lemah belum tentu aslinya lemah. Jangan menyepelekan apapun yang terlihat sederhana. Karna suatu saat, di sisi lain, yang sederhana bisa menjadi luar biasa :)