Selasa, 14 Mei 2013

Cuap-cuap


Bagimu mungkin sombong, tapi bagiku, menurutku, maksudku, bukan begitu. 
Jika kamu mengirimkan pesan singkat kemudian aku membalasnya hanya dengan satu kata, ketahuilah aku punya alasan dibelakangnya. Bukan karna aku tidak menghargaimu. Ini adalah beberapa alasan mengapa dan kenapa terkadang aku membalas singkat bbm-mu, sms-mu, mention-mu, chat-mu, comment-mu, dll.

1. Lelah
Seharian full berkegiatan membuatku lelah, aku akan membalas dan menaggapi pesanmu sekenanya. Atau, kadang meskipun keadaan fisikku baik, bukan berarti apa yang ada di dalam pikiranku sedang baik. Bisa jadi aku sedang memikirkan sesuatu yang sedikit berat atau sedang memikirkan banyak hal. Saat seperti ini aku lebih banyak diam. Tapi jika keadaan memaksaku untuk tersenyum, aku akan berusaha melakukannya dengan baik. Bahkan jika keadaan memaksaku untuk tertawa terbahak-bahak, aku juga akan berusaha melakukannya dengan baik. Lucu memang mengapa aku memilih berpura-pura tertawa disaat hati dan pikiran berkata tidak baik. Tapi, bukankah lebih baik tidak menebarkan virus kegalauan? Dan bukankah akan lebih baik lagi jika kamu peka? Hehe.

2.  Penting
Jika kamu menanyakan tugas, menanyakan hal apapun yang jawabannya sangat kamu butuhkan. Meskipun aku lelah, insya allah aku pasti akan menjawabnya. Singkat, padat, dan jelas. Karna aku memikirkan bagaimana jika aku ada di posisimu, pasti aku juga sangat membutuhkan balasan pesan darimu. Jika pertanyaanmu kurang penting bagiku, seperti menanyakan “lagi apa?” tiga hari berturut-turut, insya allah aku akan mengabaikannya atau bisa jadi juga akan menjawabnya, dengan sekenanya pula, jika pulsaku ada. Dan jawaban sekenanya itu kadang membuatmu berpikir aku dingin bagai batu es. It’s up to you to called me like that. Tapi, jika keadaanku sedang baik dan moodku sedang bagus, setidak penting apapun pesanmu, insya allah akan kutanggapi dengan baik. Intinya, mood. Hehe. Maaf ya mood suka berubah-ubah. Bukan salahmu, salahku.

3. Masalah
Apa kamu membuatku kesal sebelumnya? Bisa jadi iya tapi kamu tidak menyadarinya. Sempat tidak kamu berpikir bahwa isi pesanmu membuatku sedih, membuatku tersinggung, membuatku marah, membuatku terpuruk, dll. Jika hal seperti ini terjadi, apa aku salah jika mengabaikanmu? Jika salah, tolong dimaafkan ya. Aku hanya berusaha meredam emosiku yang masih labil.

4. Modus
Sedikit sulit menjelaskan alasan yang satu ini. Masalahnya aku tidak begitu paham mana yang benar-benar modus mana yang tidak. Selain pernyataan “hai, tika ya?” atau “PING!!! salam kenal ya” atau  “tika udah sholat apa belum?” atau yang lainnya, percayalah, terkadang aku akan mengabaikannya atau menjawabnya dengan singkat. Aku benar-benar minta maaf untuk yang satu ini.

Mungkin itu beberapa alasan singkatnya hehe. Alasan lain diluar sikon diatas bisa saja terjadi. Seperti, aku tidak membalas pesanmu karna aku takut, di kemudian hari aku jadi semakin berharap kamu membalas pesanku, duh gak jelas hohoho. Itu, pernah terjadi. Yasudah lupakan. Aku tidak sedingin dan sekaku yang kamu kira. Aku tidak seserius dan sehebat yang kamu kira. Bicara padaku, kamu akan tau kalau aku cerewet dan cukup menyebalkan. Hehe. Salam hangat. Terimakasih sudah membaca.