Bagimu mungkin sombong, tapi bagiku, menurutku, maksudku, bukan begitu. Jika kamu mengirimkan pesan singkat kemudian aku membalasnya hanya dengan satu kata, ketahuilah aku punya alasan dibelakangnya. Bukan karna aku tidak menghargaimu. Ini adalah beberapa alasan mengapa dan kenapa terkadang aku membalas singkat bbm-mu, sms-mu, mention-mu, chat-mu, comment-mu, dll.
1. Lelah
Seharian full berkegiatan membuatku lelah,
aku akan membalas dan menaggapi pesanmu sekenanya. Atau, kadang meskipun
keadaan fisikku baik, bukan berarti apa yang ada di dalam pikiranku sedang
baik. Bisa jadi aku sedang memikirkan sesuatu yang sedikit berat atau sedang
memikirkan banyak hal. Saat seperti ini aku lebih banyak diam. Tapi jika
keadaan memaksaku untuk tersenyum, aku akan berusaha melakukannya dengan baik. Bahkan
jika keadaan memaksaku untuk tertawa terbahak-bahak, aku juga akan berusaha melakukannya
dengan baik. Lucu memang mengapa aku memilih berpura-pura tertawa disaat hati
dan pikiran berkata tidak baik. Tapi, bukankah lebih baik tidak menebarkan
virus kegalauan? Dan bukankah akan lebih baik lagi jika kamu peka? Hehe.
Jika kamu menanyakan tugas, menanyakan hal
apapun yang jawabannya sangat kamu butuhkan. Meskipun aku lelah, insya allah
aku pasti akan menjawabnya. Singkat, padat, dan jelas. Karna aku memikirkan
bagaimana jika aku ada di posisimu, pasti aku juga sangat membutuhkan balasan
pesan darimu. Jika pertanyaanmu kurang penting bagiku, seperti menanyakan “lagi
apa?” tiga hari berturut-turut, insya allah aku akan mengabaikannya atau bisa jadi juga akan menjawabnya, dengan
sekenanya pula, jika pulsaku ada. Dan jawaban sekenanya itu kadang membuatmu
berpikir aku dingin bagai batu es. It’s
up to you to called me like that. Tapi, jika keadaanku sedang baik dan
moodku sedang bagus, setidak penting apapun pesanmu, insya allah akan
kutanggapi dengan baik. Intinya, mood. Hehe. Maaf ya mood suka berubah-ubah.
Bukan salahmu, salahku.
Apa kamu membuatku kesal sebelumnya? Bisa
jadi iya tapi kamu tidak menyadarinya. Sempat tidak kamu berpikir bahwa isi
pesanmu membuatku sedih, membuatku tersinggung, membuatku marah, membuatku terpuruk,
dll. Jika hal seperti ini terjadi, apa aku salah jika mengabaikanmu? Jika
salah, tolong dimaafkan ya. Aku hanya berusaha meredam emosiku yang masih
labil.
Sedikit sulit menjelaskan alasan yang satu
ini. Masalahnya aku tidak begitu paham mana yang benar-benar modus mana yang
tidak. Selain pernyataan “hai, tika ya?” atau “PING!!! salam kenal ya” atau “tika udah sholat apa belum?” atau yang
lainnya, percayalah, terkadang aku akan mengabaikannya atau menjawabnya dengan
singkat. Aku benar-benar minta maaf untuk yang satu ini.
Mungkin itu beberapa alasan singkatnya hehe.
Alasan lain diluar sikon diatas bisa saja terjadi. Seperti, aku tidak membalas
pesanmu karna aku takut, di kemudian hari aku jadi semakin berharap kamu
membalas pesanku, duh gak jelas hohoho. Itu, pernah terjadi. Yasudah lupakan.
Aku tidak sedingin dan sekaku yang kamu kira. Aku tidak seserius dan sehebat
yang kamu kira. Bicara padaku, kamu akan tau kalau aku cerewet dan cukup
menyebalkan. Hehe. Salam hangat. Terimakasih sudah membaca.