Sabtu, 07 Oktober 2017

Right Time

Di Padang lagi hujan nih, belum deras, dan kuharap tidak akan deras. Cuma kalo takdir bilang hujannya bakalan deres banget, aku bisa apa? Sudah menjadi takdir ilahi...

Kali ini aku mau cerita tentang waktu yang tepat. Bicara soal waktu, menurutku ini selalu menarik. Karena, setiap hal dalam hidup ini perlu waktu. Contoh sederhananya, butuh beberapa menit untuk merasakan udara dingin ketika menghidupkan AC di suatu ruangan. Right? Atau, butuh waktu untuk nge­-charge ponsel sampai batrainya penuh. Atau lebih sederhana lagi, manusia butuh waktu untuk berkembang dan tumbuh menjadi salah satu individu dewasa.

Setiap proses apapun, punya waktunya masing-masing. Tapi kadang, lingkungan mampu memberi tekanan kepada siapapun untuk mengikuti zona waktu yang seharusnya. Itu sebabnya, pertanyaan “Kapan wisuda? Kapan kerja? Kapan nikah? Kapan punya anak?” merupakan hal yang biasa di lingkunganku. Aku belum tau nih kalo di negara lain apakah sekepo ini. Dari yang aku tau, negara non-Asia nggak sekepo itu tentang privasi orang lain. Kalo aku pribadi, nanggepinnya dipakek senyum aja, lalu ngomel-ngomel dalam hati... canda canda (hehe). Di blog ini ada beberapa tulisan yang memang sengaja kuhapus. Karena aku merasa terlalu cengeng untuk dibaca orang lain hiks. Namun aku tidak pernah berhenti menulis. Berikut salah satu tulisan lamaku yang menurutku boleh juga nih dipost di blog.

_______

Time Zone
Bogor, 17 April 2017

Beberapa bulan terakhir saya banyak berpikir tentang pekerjaan apa yang paling saya inginkan dalam hidup. Lalu saya mulai banyak membaca ini itu dan berusaha mencari potongan-potongan puzzle yang mung-kin memang sengaja saya sembunyikan selama ini. Selagi saya terus mencari jawabannya, saya tidak berhenti untuk terus melakukan kegiatan positif. Waktu terus berjalan, ia mencari celah untuk membuat saya pada akhirnya harus mengambil keputusan. Saya pun berhenti berjalan dan terdiam untuk waktu yang sangat lama.

Bagi saya, setiap manusia punya waktunya masing-masing. Ada yang memutuskan menikah di usia belasan, ada yang baru berani mewujudkan mimpi di usia dua puluhan, ada pula yang baru sadar apa yang ingin dikerjakannya di usia tiga puluhan, dan seterusnya. Apakah itu salah? Di mata saya, tidak. Siapapun punya waktunya masing-masing. Saya paham, bahwa dalam hidup akan selalu ada hal-hal yang tidak mampu dipahami orang lain karena mereka tidak pernah merasakannya. Lucunya, semakin banyak yang saya ketahui tentang hal-hal aneh dalam hidup, maka semakin penasaran pula saya tentang hal tersebut. Saya ingin tau lebih banyak, ingin memahami setiap pilihan yang dipilih orang lain, ingin membantu menyembuhkan luka-luka yang membuat banyak manusia di hidup ini berhenti bergerak.

Tapi hidup kadang memaksa saya untuk mengikuti apa yang orang lain inginkan. Tidak peduli seberapa keras saya bersuara, akan ada suara-suara dari luar yang membuat suara-suara dari dalam redup dan ciut. Dalam hidup memang selalu ada hal-hal yang tidak mampu dipahami orang lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar